Memulai
Jalur pembelajaran dalam menciptakan interaksi
Kisah sukses
FAQ terkait Menciptakan Interaksi
Memulai
Dalam kursus Menciptakan Interaksi kami, Anda akan mempelajari praktik terbaik untuk menjaga engagement pengguna secara berkelanjutan serta berbagai alasan teratas yang menyebabkan pengguna melakukan uninstal. Anda juga akan mempelajari cara memperbaiki ulasan negatif dan menganalisis performa teknis aplikasi.
Engagement aplikasi dapat membantu Anda meraih keberhasilan di seluruh model bisnis, termasuk peningkatan retensi, upgrade langganan yang lebih tinggi, langganan yang lebih lama, peningkatan pendapatan iklan, serta peningkatan LTV dan ARPU. Buka kursus Mengoptimalkan aplikasi untuk engagement yang berkelanjutan untuk mempelajari lebih lanjut pentingnya engagement aplikasi.
KPI untuk engagement aplikasi dapat mencakup, Pengguna aktif harian (DAU), Pengguna aktif bulanan (MAU), pengguna baru, Total waktu penggunaan aplikasi, Lama atau interval sesi, dll. Selain mempertimbangkan beberapa KPI ini, sebaiknya pantau dan optimalkan KPI engagement yang mencerminkan model engagement utama Anda.
Firebase menyediakan alat yang andal untuk mendapatkan data yang lebih baik tentang engagement pengguna:
- Dengan menyertakan Google Analytics for Firebase dalam aplikasi, Anda akan mendapatkan berbagai data bermanfaat seputar engagement dan retensi pengguna.
- Anda dapat mengaktifkan Firebase Predictions di aplikasi yang menyertakan Analytics SDK.
- Firebase Predictions menggunakan machine learning untuk memberikan data yang bermanfaat tentang pengguna Anda. Misalnya, fitur ini akan memprediksi probabilitas pengguna melakukan churn atau bagaimana mereka menggunakan aplikasi Anda, sehingga Anda dapat mengambil tindakan yang tepat.
Berbagai tahapan dalam engagement aplikasi mencakup pengguna pemula, pertumbuhan pengguna baru, penggunaan dalam aplikasi, frekuensi sesi, dan meminimalkan churn. Lihat kursus Mengoptimalkan aplikasi untuk engagement berkelanjutan untuk mempelajari setiap tahap lebih lanjut.
Bahkan dengan tujuan yang jelas sekalipun, pengguna mungkin masih kesulitan untuk memulai aplikasi. Banyak aplikasi yang ditinggalkan pada hari pertama atau setelah penggunaan pertama. Oleh karena itu, mengoptimalkan pengalaman pengguna pemula dapat memberi pengguna gambaran yang jelas tentang penggunaan aplikasi Anda dan menjaga tingkat interaksi mereka.
Sesuai namanya, komunitas aplikasi adalah komunitas yang memungkinkan pengguna terhubung dengan cara yang aman dan bermakna. Membangun komunitas aplikasi yang bermakna dapat meningkatkan peluang kembalinya pengguna ke aplikasi Anda. Buka kursus Membangun komunitas aplikasi yang bermakna untuk mempelajari lebih lanjut.
Saat pengguna menyadari bahwa mereka tidak dapat memantau jumlah waktu penggunaan sebuah aplikasi, mereka cenderung mengambil tindakan drastis dan mungkin langsung menghapus aplikasi tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya bantu pengguna agar terus berinteraksi dengan memperkenalkan kontrol notifikasi, jeda yang tepat, dan informasi tentang waktu penggunaan aplikasi.
Ya. Engagement pengguna dengan aplikasi Anda berubah sebelum mereka melakukan churn out. Anda dapat mengidentifikasi perubahan engagement pengguna ini dan memanfaatkannya untuk mencegah risiko churn pengguna.
Setiap aplikasi bersifat unik dan memiliki tujuan yang berbeda-beda. Alih-alih mencari standar patokan industri, sebaiknya pahami perilaku pengguna persisten (pengguna yang tidak melakukan uninstal) saat ini dari waktu ke waktu. Misalnya, apakah pengguna melakukan pembelian selama beberapa kali dalam sebulan, membuka aplikasi Anda setiap hari, atau mengonfigurasi profil mereka dalam dua minggu.
Engagement kuat dari pengguna secara rutin akan membuat game Anda berumur panjang. Laporan Engagement dapat membantu Anda menganalisis perilaku pemain dan melakukan peningkatan untuk membuat pemain terus kembali.
Ya. Faktanya, memiliki strategi segmen pengguna dapat membantu Anda menilai serta mengelola pengguna yang belum berhenti menggunakan aplikasi dan mengarahkannya ke jalur yang benar. Anda juga dapat membandingkan grup pengguna yang berbeda selama jangka waktu yang berbeda. Hal ini akan membantu Anda mempelajari faktor yang menyebabkan retensi dan membuat pendekatan yang berbeda untuk mendorong retensi pada grup pengguna yang berbeda.
Ya. Karena cara penggunaan setiap aplikasi bersifat unik, metrik retensi akan bersifat unik pada setiap aplikasi. Selain itu, Anda harus berfokus pada perilaku pengguna dalam aplikasi selama periode waktu tertentu.